Posted by: danummurik | March 12, 2012

Catatan Kuliah

Malam ini ketika listrik mendadak padam, mengundang kesunyian menerpa dan entah kenapa dengan senter kecil aku membuka lemari buku. Kutarik beberapa buku tulis, ternyata semuanya berisi catatan kuliah. Segera kuraih buku tulis itu, seperti sahabat akrab yang berjabat tangan erat-erat karena lama tak bertemu. Ku buka setiap buku itu dan tertulis berbagai judul perkuliahan: Strukturalisme Levi Strauss, Post Strukturalisme, Tafsir Kebudayaan, Dinamika Seni dan Budaya, Kajian Etnografi, Dialektika Akses dan Sumber Daya Manusia, Metode Penelitian Kualitatif, Dinamika Hubungan Antar Suku Bangsa di Indonesia.

Setiap matakuliah terdapat berbagai catatan menarik, di antaranya akan saya kutip berikut ini:

Salah satu wujud fakta social adalah gambaran-gambatran yang sifatnya kolektif (collectif refresentation) (Catatan perkuliahan Strukturalisme hari Rabu  8 Maret 2006). Bagaimana orang memperbincangan dan hasil perbincangan menjadi wacana, subyek itu tidak sepenuhnya ditekuk. Implikasi Focault, sejarah tidak lagi tunggal, tetapi menjadi plural… Kemudian bagaimana memahami relasi kekuasaan… Kekuasaan beroperasi melalui waacana yang berarti keluar dari materialistic,  (Sumber catatan perkuliahan Post Strukturalisme, 28 Desember 2006). Menurut Marx, kapitalisme bukan bentuk akhir dari dialektika materialism (Catatan Perkuliahan  Gerakan Sosial Baru, 10 Maret 2006).

Antropologi didominasi oleh kelompok kognitif, misalnya kekerabatan, beda sekali dengan budaya material (material cultural studies). Secara formal ia bicara tentang hubungan. Material culture explore the relationship arthefac with social relation. Kasus roti Turki, kebab yang terkontaminasi di Jerman karena menjadi milik orang Jerman. Menunjukkan sebuah roti yang tidak salah apa-apa, ternyata dipersoalkan pada tingkat makna citra (Catatan perkuliahan Budaya Material, 24 Februari 2006).  Pemaknaan terkait dengan struktur makna, misalnya struktur teknologis. Kita bicara tentang konflik, bagaimana proses tersebut berlangsung. Contoh sederhana pada makanan, dari proses adanya beras, bagaimana pula kehadiran beras itu. Orang tua sering marah kalau anaknya tidak menghabiskan nasi, karena ia merasakan susahnya mendapat beras (Catatan perkuliahan Tafsir Kebudayaan, Senin 11 Desember 2006). Kritik terhadap antropologi karena susah sekali membicarakan tentang kreatifitas, karena antropologi selalu berbicara tentang tatanan/system (Catatan perkuliahan Dinamika Seni dan Budaya, Selasa 10 Oktober 2006).

Kutipan dari catatan perkuliahan di atas, seolah menjadi mesin waktu yang menyedotku kembali ke masa perkuliahan di antropologi UGM. Segera aku teringat teman-teman kuliah, ada yang ngantuk sambil kuliah, sepeda ontelku yang setia mengantarku ke mana-mana, makan di kantin Kansas atau Bonbin,  hingga menelusuri selokan Mataram untuk bolak-balik kost kampus. Masa-masa kuliah sungguh tidak bisa terlupakan, dan suatu hari aku akan kembali ke sana lagi.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: