Posted by: danummurik | September 1, 2008

Derita dari Samba: Banjir Sedada Orang Dewasa

Setelah aku memposting “Selamat datang Ramadhan”, tiba-tiba menyeruak kabar duka dari pedalaman Kalimantan yang datang melalui sms temanku. Atas pesannya, maka kukabarkan duka itu “Tbg Samba banjir Wa. Human iki jd tame danum, tinggi, air di dlm rumah sedada orang dewasa. Kabarkan pada dunia, kami menderita, sementara tuan2 saudagar hph tertawa girang”.

(Tumbang Samba banjir, teman. Rumah kami sudah kemasukan air. Di dalam rumah air sudah tinggi sedada orang dewasa. Kabarkan kepada dunia, kami menderita, sementara tuan-tuan saudagar hph tertawa girang).

Tumbang Samba merupakan kota kecil di pedalaman Kalimantan Tengah, terletak di tepian sungai Samba. Tumbang Samba menjadi kota dagang yang menyediakan berbagai barang pokok kehidupan masyarakat Dayak, setiap hari kita akan melihat angkutan sungai bertampat di dermaga Samba. Mereka mengakut barang-barang pokok kehidupan sehari-hari dan menyalurkan ke pedalaman melalui sungai Katingan/Samba.

Banjir yang terjadi sekarang memang kemungkinan besar karena penebangan hutan. Tentu saja yang menderita adalah orang-orang Dayak di sekitar sungai itu, lalu kemanakah hasil hutan tersebut, adakah ia bisa membantu penderitaan korban banjir tersebut. Oya, jika banjir terjadi maka air raksa yang menggenangi sungai Samba akibat penambangan emas liar juga akan meluap. Sungguh malang, banjir datang bercampur air raksa. Inilah nasib orang-orang pedalaman. Selamatkan mereka.

Setelah memposting sms ini, aku akan segera membalas sms temanku tersebut untuk mengatakan pesannya sudah ku sampaikan kepada dunia. Kawan semua, apa yang bisa kita lakukan untuk mereka membantu mereka? Aku setidaknya sudah menyampaikan kepada dunia, meskipun aku tidak tahu, sebagaimana kata Naga Bonar “apa kata dunia?”

Berita di Kompas silahkan klik di sini.


Responses

  1. *langsung telpon emak*
    Iya, Samba sering banjir, dan maybe temenmu rumahnya di daerah samba kahayan (pasar)?? disitu datarannya agak rendah dan dekat sungai. tmptku aman aja, Alhamdulilah.

    Iya, dekat Sungai. Kasian dia.

  2. wah… ikut prihatin deh… semoga dikasih kesadaran aja ya… orang-orang yg tdk bertanggung jawab yg hanya mikirkan dirinya sendiri… hmmmm…

  3. Sedih, tapi begitulah. apakah ada tindak lanjut dari wakil rakyat setempat?

    Iya, bulan ramadhan sering turun hujan,..
    `ada rahmat dibalik itu`

  4. moga saudaraku disana di berikan ketabahan dan moga semua cepat berakhir serta ada usaha-usaha dari pemerintah setempat untuk memberikan solusinya termasuk dari kementerian kehutanan dan kepolisian RI agar para mafia kayu disana di tangkap dan di seret ke meja hijau.

  5. btw, ya kemaren selama ramadhan sy hiatus ingin konsentrasi ibadah🙂

  6. Tumbang samba emang sering ke banjiran.terutama di samba bakumpai karena tempatx agak sedikit rendh di kawasan tumbang samba..

    Ada usul, bagaimana solusinya?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: