Posted by: danummurik | July 29, 2008

Isra-Mi’raj Dalam Tinjauan Jurnalistik

Maha Suci Allah, yang telah menjalankan hamba Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui. (Surah Al-Isra ayat 1)

Terjadinya peristiwa Isra Mi’raj sungguh sangat mengejutkan kaum Quraisy maupun kaum muslimin. Sebuah peristiwa perjalanan malam lintas daerah, bahkan ruang angkasa yang sampai sekarang tidak ada tandingannya. Praktis pada waktu itu, banyak yang menganggap bohong, kabar yang disampaikan Nabi Muhammad meskipun berdasarkan Firman Tuhan dalam Surah Isra ayat 1. Namun, Abu Bakar tampil dengan penuh keyakinan bahwa peristiwa itu sesuatu yang benar terjadi.

Sampai sekarang, banyak pakar yang mengkaji Isra Mi’raj dari berbagai sudut pandang disiplin ilmu pengetahuan. Kesempatan ini, penulis dengan kemampuan seadanya merasa tertarik untuk membahas peristiwa Isra Mi’raj yang terjadi ribuan tahun lalu berdasarkan tinjauan jurnalistik, terutama dalam QS Al-Isra ayat pertama.

News Value

Peristiwa Isra Mi’raj yang menggemparkan kalangan masyarakat baik Islam maupun Quraisy, menimbulkan berbagai pendapat pro dan kontra. Dari perspektif jurnalistik terutama definisi berita secara sederhana, diartikan sebagai sesuatu yang luar biasa dan menggemparkan. Dikuatkan pendapat Hamka dalam Tafsir Al-Azhar yang mengemukakan, jika dibaca ayat ini (Al-Isra: 1) dengan renungan mendalam, memang jarang terjadi. Praktis kabar Isra Mi’raj terutama disampaikan dalam Isra ayat 1 adalah sebagai berita.

Pengaruh dari berita itu (news value): Pertama, secara signifikan merupakan peristiwa yang memungkinkan mempengaruhi kehidupan orang banyak. Hal ini terbukti di antara kaum muslimin menjadi tidak beriman lagi, kaum kafir pun semakin tidak percaya terhadap Islam. Kedua, secara The Unusual, Isra Mi’raj adalah peristiwa uar biasa, karena dalam waktu satu malam Nabi Muhammad melaksanakan perjalanan jauh horizontal (Isra) dari Masjidil Haram Mekah ke Masjidil Aqsa Palestina (Al-Isra: 1), kemudian dilanjutkan secara vertikal (Mi’raj) ke atas langit hingga ke Sidratil Muntaha (An Najm: 11-16).

5W 1H

Dalam menulis berita, kaum jurnalis selalu memperhatikan rumus 5W 1H yakni who, what, where, why, when dan How. Bila dirunut dengan rumus itu, maka bisa dijabarkan 5W 1H dalam Al-Isra ayat 1 sebagai berikut :

Who atau siapa yang diceritakan dalam peristiwa Isra menunjukkan kepada Maha Suci Allah, hamba Nya (Muhammad), Kami, Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Terutama kalimat subhana sudah menunjukkan sesuatu yang luar biasa, itu berarti menarik perhatian orang untuk mengikuti lebih jauh. What berarti apa peristiwanya, yakni yang telah memperjalankan (asra). Where, di mana peristiwa Isra terjadi, yakni dari Masjidil Haram (Mekah) sampai ke Masjidil Aqsa (Palestina).

Why, mengapa harus Isra. Jawabannya sebagaimana dalam Tafsir Al-Azhar Hamka mengemukakan pendapatnya, Beliau (Muhammad) diisra’kan karena Tuhan akan memperlihatkan ayat-ayat Nya kepadanya; ayat maha penting di antara banyak ayat itu ialah mi’rajnya ke langit. When, kapan terjadinya, yakni pada suatu malam. Dalam riwayat, suatu malam itu 27 Rajab tahun ke 11 dari kerasulan Beliau atau 621 M.

How, bagaimana peristiwa itu. Sebagaimana dalam perjalanan Isra itu, Tuhan mengatakan; “Telah Kami berkahi sekelilingnya“. Akan tetapi pembahasan tentang how akan menjadi bervariasi ketika, misalnya, objeknya ditujukan pada abdihi hamba Nya sehingga akan terjadi pembahasan apakah Nabi Muhammad berangkat dengan jasad, roh, atau keduanya sekaligus roh dan jasad.

How juga bisa dibahas dari sudut pandang bagaimana Nabi mencapai jarak tempuh yang teramat jauh hanya dengan waktu singkat. Bahkan, menurut salah satu riwayat, bekas tidur Nabi Muhammad masih hangat. Mungkin, pembahasan ini akan lebih jelas bila menggunakan pendekatan ilmu kalam atau sains modern.

Di sisi lain, karena tidak hanya menyangkut Isra tapi Mi’raj juga, maka bagaimana (How) Mi’raj itu sendiri, akan menjadi jelas bila Al-Isra ayat 1 dibahas dengan pendengatan Maudhu’I. Misalnya dengan QS An-Najm ayat 11 sampai 18.

Cek Dan Ricek

Tinjauan jurnalistik, suatu berita belum tentu sebuah kebenaran sehingga perlu diuji, balance atau cek dan ricek (Check and Recheck). Sementara Quran sendiri sebagaimana diterangkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, adalah kitab yang tidak diragukan kebenarannya. Tetapi penjelasanannya tidak mungkin berhenti di situ. Dengan kata lain, apa yang terdapat dalam Alquran baik surah maupun ayat-ayatnya tentu bisa teruji kebenarannya. Begitu pula halnya dengan Firman Tuhan seperti dalam QS Al-Isra ayat 1.

Hemat penulis, berita Isra Mi’raj tersebut bisa diuji kebenarannya setidaknya dengan cara:

Pertama, penggunaan kata who (siapa) banyak mengacu kepada Tuhan Yang Maha Suci, Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui sebagai memperjalankan sekaligus menunjukkan posisi Abdihi (Muhammad) secara pasif sebagai yang dijalankan. Berarti, kalau semuanya dilakukan oleh Tuhan maka tidak ada lagi sesuatu yang mustahil. Hamka dalam tafsir Al-Azhar menegaskan, di dalam ayat ini sudah bertemu susunan kata yang menunjukkan kesungguhan hal ini terjadi. Dimulai dari menunjukkan kemahasucian Allah; bahwasanya yang diperbuatnya Maha Tinggi dari kekuatan alam sehingga bagi orang yang beriman tentu tidak meragukan kebenarannya.

Kedua, cross check dengan penjelasan beberapa hadits Nabi yang menceritakan peristiwa Beliau saat diisrami’rajkan. Misalnya, ketika Abu Bakar menanyakan kepada Rasulullah tentang rupa Baitul Maqdis dan dijawab tepat oleh Nabi. Begitu pula pertanyaan yang dilontarkan oleh kaum Quraisy.

Jadi, sebenarnya QS Al-Isra ayat 1 ternyata tidak hanya menyampaikan berita tentang Isra Mi’raj, tetapi bila dikaji mendalam juga terdapat pelajaran tentang jurnaslistik. Wallahu’ alam Bissawab.

Tulisan ini pernah dimuat di Harian Banjarmasin Post, tanggal 3 September 2004.

http://www.indomedia.com/bpost/092004/3/opini/opini1.htm


Responses

  1. Ass.

    Subhanallah..sebuah tinjauan yg masuk akal mas, hingga membuat semua orang semakin yakin akan keberaran peristiwa Isra’ Mi’raj itu.

    tulisan yang mencerahkan….

    gimana khabarnya mas ? udah lama nggak muncul neh ? sehat2 ?

    Kabar baik aja, aku tetap on-line cuma sekedar memantau.

  2. Subhanallah..
    luar biasa…
    Levi strausss bangeeet..
    brilian….
    Hebat Mas Inas….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: