Posted by: danummurik | July 13, 2008

Gunung-gunung yang Berjalan

Gunung-gunung itu bisa Anda saksikan melintasi sungai Barito, mungkin mencapai belasan jumlahnya setiap hari. Sebuah tongkang berukuran tiga kali lebih besar dari lapangan futsal menampung sebuah gunung, kemudian sebuah tugboat bertugas menariknya dari hulu sungai Barito menuju muara sungai.

Materi gunung itu adalah batu-bara, beberapa perusahaan besar yang maupun perusahaan pribadi yang mengeruknya dari bumi Kalimantan. Jika Anda melihat ke lokasi tambang, saking dalamnya bumi ini dikeruk hingga mobil pengangkut batu-bara di bawah sana hanya terlihat sebesar kotak korek api. Padahal kalau kita berdekatan dengan mobil itu bannya saja hampir setinggi orang dewasa.

Sungguh kaya bumi Kalimantan ini terutama kabupaten di sekitar DAS Barito seperti Balangan, Tanjung, Barito Selatan, Barito Utara, Murung Raya karena sudah belasan tahun perut buminya dikeluarkan dan melahirkan gunung-gunung hitam yang dengan angkuh perusahaan itu menyeretnya entah kemana melalui sungai Barito. Namun kaya juga kah penduduk sekitarnya? Mungkin sebagian jawabannya betul, tapi sebagian kecil saja. Mereka yang kaya itu adalah penduduk yang datang dari luar, bekerja di perusahaan tambang, pengusaha tambang pribadi yang secara ilegal menebalkan kantongnya. Sisanya hanyalah sedikit, ingat sedikit sekali kecipratan rezeki dari gunung-gunung itu. LSM dan pemerintah daerah bahkan berebut sepiring nasi dana dari communiy development dengan tujuan mensejahterakan masyarakat di sekitar daerah lintasan gunung-gunung itu.

Adakah juga gunung-gunung itu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Kalimantan Selatan dan Tengah pada umumya? Setiap hari belasan tongkang melintasi sungai Barito mengangkut batu-bara yang menggunung, andai saja mendiang James Watt penemu mesin uap masih hidup pasti dia akan bangga karena batu-bara itu tentu akan ia maksimalkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat baik untuk transportasi maupun mesin uap pembangkit listrik. Namun sungguh ironis, kalau ia tahu sesungguhnya meskipun setiap hari perut bumi Kalimantan dikeruk batu-baranya masyarakat tetap menderita. Mereka yang merasakan hampir setiap malam listrik byar-pet menyala lalu hidup kembali seperti mata yang kelilipan. Oh kemanakan gunung-gunung itu berjalan pergi, siapakah yang memakannya dengan rakus???

Sumber foto http://indonetwork.co.id/pdimage/55/275855_241224_tongkang-2.gif


Responses

  1. kakueh habar itah tuh…., hampraya kiya danum maku murik kan lebo. atau hanjulu kah hindai, n kareh kalimantan tuh batulung bentuk e……, i ngukut aweh petak e… salam dari barito.

    Yei te, tanah yang subur akan menjadi gersang. Selamatkan…!

  2. http://tuccha.wordpress.com <<<< tuh blog ayungkuh kiya mang ai.

    Sip Bob

  3. slm kenal ..
    blogger Kalsel
    dr. Aulia


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: