Posted by: danummurik | March 28, 2008

Perempuan yang Mengusik Hatiku

Saya yakin, anda akan sepakat jika dikatakan “Apabila ingin melihat perempuan-perempuan cantik, datanglah ke pusat perbelanjaan mall atau plaza”. Setujukan? Di tempat-tempat seperti itu, tentu mereka berpakaian yang serba model baru, kentat, nyaris memamerkan bagian-bagian yang seharusnya bukan untuk public. Sekali lagi jika ingin melihatnya datanglah ke mall atau plaza.

Pusat perbelanjaan tidak hanya berfungsi untuk kegiatan jual-beli, lebih dari itu fungsi lainnya adalah tamasya dari hiruk-pikuk kesibukan kota. Salah satu objeknya adalah wisata untuk “cuci mata” maka lihatlah perempuan-perempuan yang cantik dan seksi. Sungguh tak terbantahkan bahwa perempuan memang menjadi perwujudan dari keindahan, perempuan adalah keindahan maka iklan shampoo, sabun mandi, peralatan elektronik, peralatan pertukangan, pompa air dan sebagainya dijadikanlah perempuan sebagai daya tarik para pembeli.

Di mall atau plaza, perempuan-perempuan cantik tidak hanya hak dari pengunjung, bahkan menjadi kewajiban bagi perempuan yang bekerja sebagai pramuniaga. Sungguh sebagai lelaki aku pun sering melihat mereka, berpakaian kentat, bibir merekah, wangi parfum ditubuhnya masuk ke dalam rongga hidungku, suara yang merdu merayu mengiang-ngiang di telinga dan mataku yang memandang mereka, ah… tidak usah diceritakan lagi.

Mereka berbuat demikian, tentu salah satu motifnya adalah merayu pengunjung untuk membeli barang dagangan, bahkan kasus tertentu hubungan bisa lebih intim dengan melakukan janji untuk pulang setelah usia jam kerja. Kalo sudah begitu, mau pulang mengantarnya langsung atau ke tempat lain, tentu masalah kesepakatan saja. Ah,… pikiranku jadi sering melantur, segera saja kutinggalkan mereka supaya tidak berfikiran lebih jauh dan kadang di tempat seperti itu kita sering lupa waktu. Tanpa terasa waktu shalat sudah tiba, kalau tempat shalat di tempat perbelanjaan selalu diberikan ruang meskipun kecil dan orang shalat berdiri berdesakan.

Segeralah aku ke musholla, benar saja tempat untuk menyembah Tuhan di tempat penuh kemegahan duniawi ini selalu saja ruangnya sempit. Di Plaza Ambarukmo aku pernah berdiri diurutan antri kedelapan menuju tempat wudhu, karena hanya ada satu kran untuk berwudhu.

Aku ingin shalat, menghadap kepada sang Pencipta, meskipun shalatku begitu cepat namun aku sering beralasan waktu shalat begitu cepat saja (bagi kaum perokok, tidak akan selama menghabiskan sebatang rokok untuk menunaikan shalat) kita sering melalaikan shalat apalagi kalau lama. Di tengah orang-orang yang berdesakan, di mushola kecil ini aku melupakan perempuan-perempuan seksi dan cantik itu. Aku ingin menghadap kepada Tuhan, tapi ternyata shalatku tidak bisa khusu’ wajah perempuan-perempuan seksi itu mengusik benakku.

Usai shalat, ku palingkan wajahku ke belakang. Masya Allah, subhanallah, di antara barisan perempuan dengan mukena putih itu bukankah di antarnya yang kulihat tadi, yang sebelumnya nampak seksi. Kini wajahnya teduh dan sejuk, seluruh tubuhnya dibalut mukena putih yang terlihat hanya wajah dan telapak tangannya. Masih ada bekas-bekas air wudhu dipipinya, bibirnya yang merah karena gincu kini sirna berganti komat-kamit membacakan ayat atau berdoa.

Matanya sayu menatap ke atas sajadah, begitu tangannya ditengadahkan ke atas, ia memanjatkan doa dengan tenang, tak peduli banyaknya orang berdesakan di moshulla. Mungkinkah mereka melakukan shalat hanya pamer, seperti kaum selebritis menjelang bulan Ramadhan? “Tidak mungkin”, begitulah batinku bicara. Sungguh yang tampak dihadapanku, di tengah-tengah pusat ajang pamer kemewahan duniawi, kulihat pribadi lain dari mereka. Tak sanggup aku sekhusu’ shalat mereka, aku bingung, jiwaku gamang, perempuan di hadapanku ini, ia membuat hatiku terbelah.


Responses

  1. thanks mas inas atas infonya, puisi itu saya dapat dari sebuah koran sekitar tahun 200/2003 dan yang tertulis di sana “Oleh : Pakubuwono”.
    Karena saya sangat suka puisi itu jadi saya salin dan disimpan baru kemudian baru saya tulis di blog.
    saya sudah cek ke website pak gus mus dan benar itu puisi beliau. Saya cukup kaget juga. entah penjiplakan atau seperti apa tapi mengambil karya orang lain adalah sebuah kesalahan. karena itu akan saya perbaiki nama pengarangnya diblog saya. trims.

    Okey, anda tidak salah karena anda juga mengutip dari koran tsb. Dan apa yang saya sampaikan hanya sekedar mengingatkan.

  2. hai…hai… teman…
    percayakah, bahwa perempuan adalah makhluk yang paling banyak memiliki rahasia? Di bibirnya yang bergincu, di pipinya yang berbedak, di matanya yang ber-eye shadow, di senyumnya, di wajahnya, dan di antara tampilan seksi dan sujud menghadap ilahi… (ngomong opoo….🙂

    Ngomong tentang perempuan kan…🙂 makhluk Tuhan yang paling indah dan misterius.

  3. Aslkm…

    waah,….wajah baru kawan…dimana dapat Template yg cantik ini kawan ?

    yah….kadang kita ini beragama sering memahaminya secara Parsial (sepotong2). Makannya jgn heran ketika melihat orang ketika di Masjid dia bisa menangis tersedu2 bermohon kepd Tuhan, namun disisi lain ketika bekerja dia melakukan Penipuan, Korupsi dan Hal yg dilarang agama lainnya. Juga jgn heran melihat pelacur ketika ramadhan datang mereka pasti berpuasa, namun dimalam harinya ia akan beroperasi seperti biasa.

    Ya..itu adlah pilihan masing2..tidak ada yg memaksa, Tuhan-pun tidak memaksa ciptaan-Nya utk harus memilih jalan kepada-NYA, karena jln itu ada Dua dan punya konsekuensi kedua-duanya.

    hehe..terlalu panjang kawan..hehe..gimana khabar ? kemana aja kemaren ? gimana saudara kita di sepanjang Barito ? kena banjir ?

    Dapat template karena diotak-atik aja sobat. Kabar saya baik-baik saja, adapun sungai Barito dkk (Kahayan, Kapuas, Katingan) selalu menderita kebanjiran. Nyaris tiap tahun🙂

  4. 🙂 pada satu titik kita akan dihadapkan pada keadaan bahwa iman yang sering digeneralisir sebagai penampilan lahiriyah adalah tak lebih dari retorika belaka. Dan disaat yang sama kenyataan tersebut menohok keimanan kita sendiri, mempertanyakan nurani.. bagaimana kedudukan kita sebenarnya didepanNYa

    nice post

    salam kenal ya

    terima kasih kunjungannya, memang semestinya kita tidak hanya melihat penampilan orang dari luarnya saja. Dan akan lebih baik okey diluar, dan bagus di dalam🙂

  5. Perempuan cantik dilihat dari mana?

    perempuan cantik, akan diketahui bila dilihat dari mana saja.

  6. saya juga pernah pengalaman yang mirip kyk itu..
    jadinya saya semakin bingung ama makhluk ciptaan tuhan yang namanya
    wanita..ck..ck..ck..

    Perempuan memang misteri…

  7. Kata sufi sih Tuhan ada dalam segala (artinya ada juga dalam perempuan cantik…)
    Huhuhu..

    Ah…

  8. bujur banar hampari ae,,,,,,,,,

  9. cf


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: