Posted by: danummurik | March 10, 2008

Orang Udik di Harvard

image-stanford.jpg

Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar dan suaminya yang berpakaian sederhana dan terlihat usang, turun dari kereta api di Boston, dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University dan meminta janji temu. Sang sekretaris langsung mendapat kesan bahwa orang kampung dan udik seperti ini tidak ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.

“Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard”, kata sang Pria lembut. “Beliau hari ini sibuk,” sahut sang Sekretaris cepat.

“Kami akan menunggu,” jawab sang Wanita. Selama 4 jam Sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi ternyata tidak, dan sang sekretaris mulai frustrasi dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada sang Pimpinan.

“Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi,” katanya pada sang Pimpinan Harvard.

Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka, tetapi dia tidak menyukai ada orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang diluar kantornya. Sang Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut.

Sang wanita berkata padanya, “Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini.”

Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh… dia bahkan terkejut. “Nyonya,” katanya dengan kasar, “Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini akan seperti kuburan.”

“Oh, bukan,” Sang wanita menjelaskan dengan cepat, “Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard.” Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, “Sebuah gedung! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung?! Kami memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard.” Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang. Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, “Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja?” Suaminya mengangguk. Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan.

Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, dimana mereka mendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard. Bernama Stanford University

Keterangan Sumber Tulisan: http://www.kapanlagi.com/clubbing/viewtopic.php?t=3290&start=0&postdays=0&postorder=asc&highlight=&sid=b0df34a346dceb54c2b7ccd9953fb6e5 Sumber foto, kampus Stanford University http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Stanford_University_view_of_the_Oval.jpg


Responses

  1. Tanpa sengaja komentar Sandi Firli terhapus, ini saya tulisankan kembali Komentar:
    Menyentuh.. Apakah ini membuktikan, bahwa orang terpelajar sekalipun
    (semisal Pimpinan Harvard University) masih sangat mungkin memandang
    sesuatu berdasarkan penampilan.
    Saya menjadi teringat, dulu ketika masih berambut gondrong dan pakaian
    belel, saya pernah selalu dibuntuti oleh pramuniaga di sebuah mini
    market. barangkali dia mengira saya akan mengutil…, tidak tahu dia kalau
    saya adalah seorang penulis, hahaa… (emang apa hebatnya saya jadi
    penulis…?) hehe…

    Kadang, tingkat pendidikan tidak menentukan kepedulian seseorang dengan orang yang dianggap lebih bawah. Apalagi jika hanya tinggal di kantor aja.
    saya juga sering mengalami seperti anda, orang selalu curiga.

  2. manusiawi…
    dalam banyak moment penting, cobalah berpenampilan sederhana.. tentu tak seorang pun akan memperhatikan anda.. tapi jika berhadapan dengan lawan maka izzah seseorang haruslah ditunjukkan dengan metafora, he.. salam tuanku cagat balau..

    Orang yang tampil sederhana, bisa melalukan sesuatu yang luar biasa dan sepasang suami istri itu telah membuktikannya

  3. Tidak selalu penampilan yang luar biasa isinya juga luar biasa
    Kadang yang sederhana lebih luar biasa dari mereka yang berpenampilan luar biasa🙂

  4. bagaimanapun yg dilihat pertama kali memang tampilan luar. tapi seiring dgn perkenalan dan pertemanan, barulah bisa dilihat lebih dalam. makanya hendaknya memang tidak punya prasangka negatif dulu ketika pertama kali bertemu.

    Sepakat

  5. orang udik ini akan menjadi motivasi bagi kita, untuk bisa mengatakan kepada dunia, bahwa:”orang jambu yang udik ini, akan bisa menggetarkan dunia”,,,!!!okkk

    ente kheir


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: