Posted by: danummurik | January 29, 2008

Pak Harto dan Seorang Nenek

Hari Senin (28/01) adalah hari kedua sebagai puncak dari perhatian para jurnalis selama sekitar 3 minggu berturut, pun dengan tim kedokteran menjadi akhir dari tugas mereka merawat mantan Presiden kedua RI, H. Soeharto. Berita yang disiarkan terus-menerus, baik surat kabar, radio, internet apalagi televisi telah memberikan berbagai macam kesan terhadap pak Harto terlebih jika mengingat sepak terjang almarhum selama 32 tahun memimpin bangsa Indonesia.

Kemarin hari minggu 27 Januari 2008, pukul 13.10 wib Jendral besar ini menghembuskan nafas terakhir, maka itulah puncaknya ketika setiap media berlomba memberitakan kematian Pak Harto dengan berbagai kenangan, kesan dan pendapat orang-orang dekat maupun simpati dari masyarakat luas. Aku menjadi setia di hadapan televisi, mengamati setiap waktu perkembangan berita tentang pak Harto.

Aku kagum kepada perjuangan jurnalis yang meliput setiap perkembangan Pak Harto, seorang reporter SCTV dalam wawancaranya, ia bercerita hanya tidur selama dua jam kemudian mengikuti keberangkatan pemakaman Sang Jendral. Ada pula salah seorang repoter wanita dari RCTI, ketika dia sedang live ternyata ditabrak mobil di sampingnya hingga ia harus dibawa ke rumah sakit. Cerita pak Harto tidak perlu ku perpanjang karena kita semua telah mengetahui dan menyaksikannya. Terlebih masyarakat yang berbondong-bondong takziah ke Cendana mereka tentu ingin melibatkan diri dalam pengalaman langsung, yang datang ke Astana Giribangun tempat terakhir beliau disemayamkan.

Saat hiruk-pikuk berita tentang kematian mantan presiden kedua RI ini, pikiranku melayang ke tanah Kalimantan, menyusuri sungai Barito dan singgah ke salah satu kampung, yakni kampungku sendiri yang hanya bisa didatangi melalui sungai Barito. Setengah jam lebih dulu dari kematian Soeharto, aku dikabarkan kakakku, bahwa seorang nenek di kampung meninggal dunia. Tentu tak ada wartawan yang meliput kematiannya, apalagi dikunjungi para pejabat. Beliau hanyalah perempuan yang memang sudah berusia senja, suaminya sepuluh tahun lalu telah menghadap pencipta dan semasa hidupnya ia tinggal bersama di rumah anaknya. Kubayangkan anak-cucunya menangis di samping jasad beliau yang terbujur kaku, mereka tersedu-sedan sambil saling mengikhlaskan selama hidup. Di antara kesedihan, sayup-sayup surah Yasin dibacaan dengan lirih untuk almarhumah.

Aku ingat, ketika di kampung beliau berjalan tertatih-tatih memaksakan diri membawa tubuhnya yang renta datang ke rumah nenekku. Padahal ia dilarang anaknya keluar rumah, aku bertanya kepada ibuku kenapa beliau memaksakan diri untuk berjalan bukankah lebih baik istirahat. Ibuku menjawab “Beliau itu kangen melihat orang banyak, kangen dengan nenekmu, juga kangen dengan kita yang jarang ada di kampung”.

Kulihat nenek itu asyik berbicara meskipun dengan suara gemetaran, di hadapannya nenekku menumbuk sirih dan kapur, mereka berdua menginang. Ibuku, dan yang lainnya juga berbicara saling bertanya kabar. “Beliau itu orang baik dengan keluarga kita, setiap ada acara keluarga selalu datang membantu” tambah ibuku.

Televisi di hadapanku menayangkan berita kematian Pak Harto, bahkan kemanapun kupindahkan chanel semuanya stasiun televisi berlomba-lomba menyampaikan hal terbaru atau pun sesuatau yang menarik dari almarhum. Ketika ku lihat peti mati Pak Harto di masukkan ke liang lahat, terdengar hp ku berbunyi, ku baca pesan pendek dari kawankku di kampung bahwa ia baru saja ikut menguburkan jasad nenek yang banyak membantu keluarga kami di kampung.

Kini aku sadar, dari seorang nenek di kampung hingga Jendral Besar pasti akan merasakan kematian dan setiap orang yang dekat dengannya akan sangat bersedih kehilangan seorang yang telah berjasa dalam hidupnya.

“Setiap yang bernafas akan merasakan kematian” semoga mereka mendapat kematian yang khusnul khatimah.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: