Posted by: danummurik | January 29, 2008

Karim dan Ipai

adu-kuat.jpgminta-nasi.jpg

Aku senang bermain-main dengan anak-anak, tapi bukan bayi karena aku takut sebab tubuh mereka terlalu lemah. Anak kecil yang baru bisa berjalan, atau usia 1,5 sampai 3 tahun, waktu itu sedang lucu-lucunya dunia anak, apalagi aku punya keponakan saat ini mereka asyik buat teman bermain. Polos dan jujur.


Tapi kalau aku di kampung, anak kecil takut denganku dikiranya aku dokter sebab memakai kacamata. Ibu-ibu suka memanfaatkan aku, kalau anak mereka menangis. Aku disuruh menakut-nakuti anak-anak, tapi berbeda dengan Karim anak kecil tetanggaku berusia 2,5 tahun. Bukannya takut dia malah menghampiriku meminta di foto. Pagi-pagi, Karim telanjang bulat mendatangi aku. “Naaaaasssss” teriaknya sambil senyum-senyum dan tertawa, aku tahu dia minta di foto. Kulihat daun mangga, ada yang sudah tua berwarna kuning sebentar lagi akan jatuh, tidak jauh ada purun yang sudah kering dan ditumbuk.Aku minta bantuan Yayan temanku menusuk-nusuk daun mangga berwarna kuning dengan purun, jadilah properti untuk pakaian Karim. Kulilit dipinggangnya, rentengan daun mangga itu, dan di kepala kupasang satu. Ah.. sip, tapi rasanya ada yang kurang, segera ku minta Rahman sepupuku mengambil mandau.“Pegang mandau ini Rim” kuserahkan mandau pada Karim, seperti seorang profesional Karim berdiri dan aku pun memotretnya.

karim.jpg

Setelah fotonya kucuci dan kuserahkan, betapa girangnya hati Karim.Ipai teman sebaya Karim, mulanya takut sekali denganku tapi ketika melihat Karim asyik ngobrol dia jadi memberanikan diri. Dua orang Karim ini batinku lebih baik di foto saja, mula-mula mereka kusuruh berdiri seolah-olah meminta nasi kepada ibunya.

Aku tidak puas, tiba-tiba muncul ideku. Kusuruh mereka seperti orang tua maen panco, adu tenaga. Kusuruh Deh sepupuku mengatur gaya mereka, “Ayo Pai, pakai tenaga. Kamu Karim, buat wajahmu seperti orang marah” kata Deh mengatur mereka berdua. Aku tinggal jepret saja dan “klik” pancaran cahaya dari Camera Model Easyshare C 315 digital kamera menerangi keduanya. Ku jepret lagi sekali, “ini foto kalian” ku perlihatkan pada mereka. “Nanti kalau aku ke kota akan kucetak, tunggu saja nanti” janjiku.


Responses

  1. Ha,ha,ha…
    Etnografer bageet…
    Deep…Sharp… dan bagus pengambarannya…
    he,he..
    sekali lagi manteep dh…

    Makasih Yat, aku masih belajar, tapi emang action dua anak itu asyik sekali.

  2. Luar biasa, jadi pingin kecil lagi,
    Bapak danum murik, sekalian saya mau minta izin minta potonya yang adu panco, untuk foto di fb,….soalnya alami sekali


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: