Posted by: danummurik | January 25, 2008

Dibalik Senyum Pramugari :-)

Ini pengalaman pertamaku naik pesawat. Memasuki tangga pesawat dari pintu belakang, saya berjejalan dengan beberapa puluh penumpang. Di samping pintu masuk pesawat berjejer dua orang pramugari. Semua penumpang tentu melewati mereka, ketika tiba giliran saya, terdengar sapaan suara pelan. “Selamat Sore, Selamat datang, Silahkan Masuk”.

Kata-kata itu tidaklah penting bagi saya, namun memancing saya melihat salah seorang pramugari tersebut dan membaca bahasa tubuh pramugari itu membuat saya menjadi salah tingkah. Isyarat non-verbalnya sungguh meyakinkan, senyum yang merekah dari bibir yang dipolesi lipstik tipis, anggukan kepala, gerakan tangan dan bola matanya bergerak perlahan mengandung seribu makna. Sejenak kaki saya terasa berat untuk diangkat melangkah, terpaku kaku dihadapan sosok tubuh tinggi semampai berdiri dengan tenang. Mungkin hanya beberapa detik, tapi waktu itu terasa begitu lama dan indah.

Segera saya menyadari kondisi aneh itu, kemudian melangkah memasuki pesawat sambil mencocokkan nomor kursi di tiket dan tempat duduk pesawat. Pikiran saya masih teringat senyum pramugari itu, ternyata kebahagiaan saya tidak berlangsung lama, oleh karena ketika saya berpaling melihat para pramugari, ternyata mereka juga tersenyum dengan penumpang lainnya.

Saya duduk di kursi pesawat sambil memasang sabuk pengaman, sementara pramugari lalu lalang mengontrol penumpang. Nampaknya tak banyak kata-kata terucap dari mulut mereka, saat salah seorang pramugari membetulkan posisi kursi seorang penumpang, mulut hanya mengucapkan “permisi” segera saja ia menekan tombol kursi, tak lupa senyumnya itu. Penumpang tak protes, selain pramugarinya perempuan, berkulit putih mulus, berpakaian rapi dengan gerakan tangannya yang lembut ternyata sangat persuasif sekali agar orang menuruti keinginan pramugari.

Ringkas cerita, pesawat pun terbang mengangkasa kemudian mendarat selamat di tempat tujuan. Penumpang keluar, juga telah menunggu pramugari berjejer rapi di depan pintu sambil menganggukkan badan perlahan mengucapkan terima kasih dan tersenyum kepada setiap orang.

Senyum pramugari ini menjadi masalah bagi saya, bukan karena ia telah tersenyum kepada banyak orang tapi dari pesawat take of sampai landing senyumnnya tak putus-putusnya merekah di bibir. Di pesawat dalam keadaan bagaimana pun mereka harus bersikap ramah, saat menyajikan makanan, memperagakan standar penyelamatan, menegur penumpang selalu tersenyum.

Terpikir oleh saya, apakah itu keluar dari kerelaan hati mereka. Padahal mungkin ada perasaan-perasaan bawaan sebelumnya, di bandara misalnya pramugari datang dan pulang dengan tergesa-gesa seakan berburu waktu sungguh berbeda di dalam pesawat. Sebuah film yang saya tonton bercerita tentang kehidupan pramugari, ternyata di luar pesawat mereka bisa marah, sedih, kesal jauh dari prakteknya di pesawat. Ternyata selama di angkasa, senyum mereka hanya mekanis, karena diatur oleh peraturan standar yang bernama perusahaan maskapai penerbangan untuk selalu bersikap ramah. Senyum pun akhirnya bukan dari lubuk hati paling dalam tapi telah terkapitalisasi, mungkin saja mereka tersiksa, sebab pramugari juga manusia.


Responses

  1. itulah sifat profesionalitas guru.

  2. Sebuah senyum sangat berarti bagi seseorang. Namun terkadang senyum itu membawa arti yang berbeda bagi penerimanya. Senyum bisa berarti penghargaan, bahkan bisa berarti penghinaan. Sesuatu kesedihan, kepedihan bisa disembunyikan lewat senyuman. Senyum akan memanipulasi segala emosi yang tersembunyi dibaliknya. sehingga senyuman bisa menjadi senjata yang sangat ampuh untuk mengelabui seseorang.
    Akan tetapi ingat wahai sodaraku….!
    Meskipun seperti itu, senyum tetaplah sedekah bagi kita yang melakukannya, tidak peduli apakah senyum itu hanya sebuah rekayasa. Maka, jangan gunakan senyuman untuk melakukan sebuah kejahatan.
    Menanggapi persoalan di atas. Meskipun senyum pramugari tidak dari lubuk hati yang paling dalam. Namun mereka telah bersedekah dengan membuat kita yang melihatnya berbahagia. Kalaupun kita ingin melihat senyum yang sebenarnya, maka jangan di saat mereka sedang menjalankan tugasnya yang terikat dengan profesionalisme kerja.
    Thanks……….. C U

  3. pramugari itu adalah orang yg harus sempurna dalam segala hal.

    Ah, aku gak yakin. Kalau berusaha untuk sempurna mungkin betul. pramugari juga manusia.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: