Posted by: danummurik | January 3, 2008

Bernafas Dalam Air?

Mandi

Bagaimana rasanya manusia bernafas dalam air? Wah ini mustahil, ikan saja yang hidup di air sesekali mengeluarkan kepala ke permukaan air mungkin dia juga menghirup udara. Lantas kalau memang ada manusia bernafas dalam air, berarti dia terpaksa menghirup air karena tabung rongga dadanya sudah kesulitan oksigen. Air akan masuk ke dalam hidung, mungkin juga mulut. Kalau tidak ditolong, tidak mustahil manusia akan meninggal mati lemas dalam bahasa daerah Bakumpai disebut matei buseng.

Aku yang lahir dan dibesarkan di tepi sungai Barito, kampungku berdiri memanjang mengikuti alur sungai begitu juga dengan rumah-rumah panggung didirikan di tepi sungai. Untuk mandi, buang air, mencuci, diperlukan batang yaitu kumpulan batang pohon yang disusun mirip rakit tapi lebih pendek dan lantainya dibuat agak rata walaupun tidak serata lantai rumah.

Batang juga berfungsi seperti halte bus, yakni kapal atau kelotok dan jukung sering singgah di batang untuk menaikkan dan memasukkan orang yang berangkat bepergian. Orang berdagangpun di batang juga.

Kaitan batang dengan kehidupan kami di tepi sungai Barito, terutama anak-anak seperti aku waktu kecil tidak ada tempat bermain selain di jalan desa, masuk hutan, atau berenang di tepi sungai Barito. Berenang menjadi kewajiban bagi anak-anak sungai seperti aku, kalau tidak bisa ancaman bernafas dalam air bisa menjadi kenyataan.Tidak orang lain, aku sendiri mengalaminya.

Waktu kecil, ibuku pergi ke batang untuk mencuci pakaian, aku duduk di sampingnya sambil bermain-main air padahal waktu itu tidak bisa berenang maklum masih kecil sekali. Entah kenapa mungkin salah satu batang licin, sehingga aku terpeleset ke dalam air. Semua badanku tenggelam dalam air, dan terus tenggelam ke bawah. Beruntung jeda waktu aku masuk ke dalam air tidak lama dengan kesadaran ibuku mengetahui anaknya sudah tidak ada di atas batang, mungkin hanya per sekian detik, naluri ibuku perempuan Bakumpai yang juga sejak kecil tinggal di tepi sungai. Segera terjun menyelam ke dalam air, ibuku menemukan tubuhku kecilku tak berdaya beliau segera mengangkat aku ke atas. Aku dalam pelukan ibu, rasanya aku seperti terlahir kembali. Terima kasih ibu menyelamatkan diriku yang hampir saja matei buseng.

Kejadian sepertiku juga menimpa sebagian anak-anak, sehingga keadaan alam mengajarkan kami untuk segera pandai berenang. Keponakanku dalam gambar di atas dia begitu pandai berenang, jadi kami tidak perlu khawatir kalau dia mandi-mandi di sungai. Ya sungai Barito menjadi kolam renang alam, kami tidak perlu membayar untuk berenang seperti masuk kolam renang di kota.

Anak-anak di kampungku bebas sesuka hatinya mandi di sungai, hanya saja kalau kelamaan orang tua melarang mereka, lalu menyuruh berhenti. Aku pun dulu demikian, bahkan bapak guru di sekolah suka mengontrol anak-anak yang sering mandi di sungai. Alasan beliau dari pada mandi berlama-lama lebih baik belajar saja. Tapi bukankah lebih baik kita pandai berenang, juga rajin belajar. Perkara berenang ini, aku menjadi takjub kepada Nabi Muhammad Saw, dalam salah satu sabdanya dia menyuruh orang tua untuk mengajarkan anaknya berenang, memahanah berkuda. Sabda Nabi, berasal dari daerah padang pasir. Jika tidak karena kenabian, tentu berenang menjadi perkara yang dilupakan.

Setiap kali pulang kampung aku rindu mandi di sungai, ku hirup udara sebanyak-banyaknya kusimpan dalam dada. Kemudian byuur, aku menyelam dalam air, oksigen yang kusimpan dalam dada berlahan-lahan kukeluarkan dan keluarlah gelembung-gelembung air sampai saat stok udara sudah hampir hampis dalam dada, aku muncul lagi di permukaan air. Sungguh menyenangkan.


Responses

  1. CURHAT NICH CERITANYA …..

    eh,.. ehm entahlah


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: