Untuk Dunia

Kisah ringan dari dalam diri, dari pengalaman hidup, mari kita berbagi cerita.

Perihal

Blog ini didedikasikan untuk berbagi pengalaman, ketika saya menyusuri sungai Barito meliuk-liuk bagai kereta api menyusuri rel kehidupan menyinggahi gerbong demi gerbong dan disini kita bertemu.

Aku menulis tentang kota-kota yang ku singgahi, menulis tentang siapapun yang memberikan inspirasi dan kebaikan dalam hidup ini. Dan barangkali andalah salah satunya pembaca yang budiman.

Salam,

Urang Udik

email: uluh.itah@yahoo.co.id

15 Tanggapan ke “Perihal”

  1. Fakhrurrozy berkata

    Salam silaturrahim dari Batam :)

  2. danummurik berkata

    Terima kasih atas silaturrahminya kawan

  3. thole berkata

    watch out tarmat’s politics!!!!
    terus tulis….saya akan pantau dr kejauhan..

  4. mataharicinta berkata

    salam kenal dari salah satu orang udik yang ada di medan.
    hihihihi…………

    He..he.. thanks, ternyata kita orang-orang udik yang tersesat di dunia maya

  5. Pakacil berkata

    Entahlah, apakah sungai Barito saat ini masih se-eksotik saat kecil dulu berulang kali menyusurinya. Tapi ada satu hal yang tidak pernah berubah, bahwa saya tidak pernah berani untuk berenang di sungai ini.

    Salam.-

    Sungai Barito masih seperti dulu Pakacil, cuma angkutan sungai semakin ramai namun masih tetap indah pemandangan sunset di tepi sungai Barito, ketika matahari tenggelam di balik pepohonan.

  6. Sip, ide bagus tu. Salam.

  7. Alex berkata

    pa khabar mas inas ??

  8. haris berkata

    salam kenal, terima kasih telah mampir di rumah saya!

    Terima kasih juga telah mampir ke gubukku.

  9. bayu.an berkata

    ini kunjungan balik bang !
    salam kenal,
    kapan2, kepingin sekali saya melihat sungai barito yang terkenal itu.

    Terima kasih, datang dan nikmatilah fanorama sungai Barito.

  10. nirma berkata

    Salam Kenal kembali Mas Inas,

    TerimaKasih sudah mampir …

    Salam,
    -Nirma-

    Sama-sama. Salam balik.

  11. vtrediting berkata

    Salam kenal sahabat saya minta izin ya untuk copi paste gambar kunang-kunang, terima kasih.

    Silahkan saja bos

  12. sandi berkata

    pada dasarnya kita semua adalah udik.. hanya pikiran-pikiran kita yang selalu berusaha berenang ke muara, ke laut lepas, ke cakrawala tak berbatas…

    tabik

  13. Norpikriadi berkata

    handak bakenalan haja di sini, komentar sudah pada novel Antasari. boleh ai lo umpat btitip salam salajur gasan paguruan di atas (EWA) nang di mata ulun adalah inspirator sekaligus motivator ulung di kancah banua dalam hal tulis menulis

  14. wajidi berkata

    Tks…telah berkunjung ke blog aku: http://bubuhanbanjar.wordpress.com/
    Aku sependapat dengan sdr. bahwa sebaiknya tulisan pada blog aku itu jangan didisplay semuanya…sebaiknya 2 atau 3 paragraf saja…selebihnya bisa diklik di more….sudah lama terpikir itu….namun belum bisa ketemu caranya…atau memang tampilan template blog aku memang begitu ya.Mungkin sdr. bisa membantu caranya…bisa diemel ke wadjidi@yahoo.com
    Salam dan terima kasih..

  15. wajidi berkata

    Terimakasih bung Inas karena telah membantu saya…sekarang tampilan blog saya sudah diperbaharui….dan sekalian izin menaut blog http://danummurik.wordpress.com/ ke blog saya

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>