Blog ini didedikasikan untuk berbagi pengalaman, ketika saya menyusuri sungai Barito meliuk-liuk bagai kereta api menyusuri rel kehidupan menyinggahi gerbong demi gerbong dan disini kita bertemu.
Aku menulis tentang kota-kota yang ku singgahi, menulis tentang siapapun yang memberikan inspirasi dan kebaikan dalam hidup ini. Dan barangkali andalah salah satunya pembaca yang budiman.
Salam,
Urang Udik
email: uluh.itah@yahoo.co.id
Salam silaturrahim dari Batam
Oleh: Fakhrurrozy on Januari 31, 2008
at 5:21 am
Terima kasih atas silaturrahminya kawan
Oleh: danummurik on Januari 31, 2008
at 10:26 am
watch out tarmat’s politics!!!!
terus tulis….saya akan pantau dr kejauhan..
Oleh: thole on Februari 3, 2008
at 5:03 pm
salam kenal dari salah satu orang udik yang ada di medan.
hihihihi…………
He..he.. thanks, ternyata kita orang-orang udik yang tersesat di dunia maya
Oleh: mataharicinta on Februari 20, 2008
at 1:24 pm
Entahlah, apakah sungai Barito saat ini masih se-eksotik saat kecil dulu berulang kali menyusurinya. Tapi ada satu hal yang tidak pernah berubah, bahwa saya tidak pernah berani untuk berenang di sungai ini.
Salam.-
Sungai Barito masih seperti dulu Pakacil, cuma angkutan sungai semakin ramai namun masih tetap indah pemandangan sunset di tepi sungai Barito, ketika matahari tenggelam di balik pepohonan.
Oleh: Pakacil on April 27, 2008
at 5:43 am
Sip, ide bagus tu. Salam.
Oleh: Ersis Warmansyah Abbas on Juli 30, 2008
at 12:26 am
pa khabar mas inas ??
Oleh: Alex on November 14, 2008
at 4:01 am
salam kenal, terima kasih telah mampir di rumah saya!
Terima kasih juga telah mampir ke gubukku.
Oleh: haris on Desember 7, 2008
at 2:01 pm
ini kunjungan balik bang !
salam kenal,
kapan2, kepingin sekali saya melihat sungai barito yang terkenal itu.
Terima kasih, datang dan nikmatilah fanorama sungai Barito.
Oleh: bayu.an on Desember 10, 2008
at 4:04 am
Salam Kenal kembali Mas Inas,
TerimaKasih sudah mampir …
Salam,
-Nirma-
Sama-sama. Salam balik.
Oleh: nirma on Januari 4, 2009
at 9:47 pm
Salam kenal sahabat saya minta izin ya untuk copi paste gambar kunang-kunang, terima kasih.
Silahkan saja bos
Oleh: vtrediting on Januari 11, 2009
at 5:45 am
pada dasarnya kita semua adalah udik.. hanya pikiran-pikiran kita yang selalu berusaha berenang ke muara, ke laut lepas, ke cakrawala tak berbatas…
tabik
Oleh: sandi on Januari 16, 2009
at 2:41 pm
handak bakenalan haja di sini, komentar sudah pada novel Antasari. boleh ai lo umpat btitip salam salajur gasan paguruan di atas (EWA) nang di mata ulun adalah inspirator sekaligus motivator ulung di kancah banua dalam hal tulis menulis
Oleh: Norpikriadi on April 7, 2009
at 2:00 pm
Tks…telah berkunjung ke blog aku: http://bubuhanbanjar.wordpress.com/
Aku sependapat dengan sdr. bahwa sebaiknya tulisan pada blog aku itu jangan didisplay semuanya…sebaiknya 2 atau 3 paragraf saja…selebihnya bisa diklik di more….sudah lama terpikir itu….namun belum bisa ketemu caranya…atau memang tampilan template blog aku memang begitu ya.Mungkin sdr. bisa membantu caranya…bisa diemel ke wadjidi@yahoo.com
Salam dan terima kasih..
Oleh: wajidi on Juli 27, 2009
at 5:04 am
Terimakasih bung Inas karena telah membantu saya…sekarang tampilan blog saya sudah diperbaharui….dan sekalian izin menaut blog http://danummurik.wordpress.com/ ke blog saya
Oleh: wajidi on Juli 27, 2009
at 7:00 pm
q,,,gk prnah glyt sngai brto,,pdhl ornk klmtan,,, glhai la,,,rank udik,,he,he
slm knal…
Oleh: dhani on Mei 30, 2011
at 3:05 pm
salam pak urang udik, saya mau mengambil tema bapak tentang SEPAKBOLA, PERMAINAN MULTIKULTURAL dalam tulisan saya tentang BUDAYA INDONESIA ERA POSTMODERNISME. boleh tidak, dan saya minta nama lengkap Bapak untuk saya tulis di daftar pustakanya. trimakasih. salam.
Silahkan Pak. Jangan lupa menyertakan sumber tulisan ya.
Oleh: wbmerdeka on Juli 5, 2011
at 9:05 pm