Ramadhan adalah salah satu bulan suci bagi umat Islam, di dalamnya terdapat kewajiban menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh dari terbit fajar hingga matahari tenggelam. Juga melaksanakan ketentuan lainnya, seperti shalat sunat tarawih, dan witir, makan sahur, berbuka puasa dan membayar zakat fitrah hingga tadarusan al-Quran. Baca entri selengkapnya »
Arsip untuk ‘Renungan’ Kategori
Marhaban ya Ramadhan
Ditulis oleh danummurik di/pada Agustus 27, 2009
Ditulis dalam Renungan | Leave a Comment »
WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
Ditulis oleh danummurik di/pada Januari 19, 2009
(Composed by Michael Heart)
A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Renungan | 1 Komentar »
Andrea “Ikal” Hirata dan Perempuan-perempuan itu
Ditulis oleh danummurik di/pada Desember 19, 2008
Andrea Hirata, penulis Tetralogi Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor dan Maryamah Karpov, selama ini dikenal masih sendiri atau belum menikah, tapi beberapa waktu lalu terdengar kabar ada seorang perempuan yang mengaku pernah dinikahinya. Menurut Andrea Hirata, dia malas mengomentari urusan perkawinan itu. Atas kejadian tersebut, saya menjadi tertarik untuk menuliskan hubungan Andrea Hirata dengan para perempuan. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Renungan | 5 Komentar »
Saya Bersyukur…
Ditulis oleh danummurik di/pada Desember 11, 2008
BERSYUKUR untuk Istri :
Yang memberiku makanan yang sama dengan malam kemarin, Karena Istriku di RUMAH malam ini, dan TIDAK bersama orang lain …
BERSYUKUR untuk Suami Yang duduk bermalasan di Sofa, sambil baca koran males-malesan, Karena doi bersama aku di rumah dan Tidak keluyuran .. apalagi ke Bar malem ini.
BERSYUKUR untuk anakku: Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Renungan | 1 Komentar »
Maryamah Karpov Terbit
Ditulis oleh danummurik di/pada November 29, 2008
Buku novel yang bergambar perempuan berbaju hitam, kepalanya memakai kerudung
agak terbuka, sedang menggesek biola itu akhirnya sampai juga ke tanganku. Awalnya, secara tak sengaja ketika saya mengaduk gula dalam secangkir air kopi yang baru di hidangkan teteh penjaga burjo, tanganku yang satunya membolak-balik koran tertua di Yogyakarta, Kedaulatan Rakyat. Tepat di halaman depan bagian bawah sebelah kiri terdapat iklan kecil berbentuk segi empat, bunyinya : Maryamah Karpov buku keempat dari Tetralogi Laskar Pelangi dapat di beli di Toko Toga Mas, Yogyakarta.
Tanpa berfikir panjang aku segera berangkat ke sana, aku ingin menggenapi novel Andrea Hirata hingga berjumlah empat buah. Tak sulit menemukan buku itu, Maryamah Karpov diletakkan di tempat buku-buku terbaru dan laris. “Kapan datangnya, mba?” tanyaku kepada pelayan di toko buku itu. “Tadi malam mas, dan baru kami jual jam 10 tadi” jawabnya. Aku tidak mau berlama-lama di sana, setelah membayar harga buku Rp. 63.200,- aku pun beranjak pulang dan membuka lembar demi lembar buku yang setebal 504 halaman.
Ditulis dalam Renungan | 9 Komentar »
Pisang Goreng Nasib Bangsa Indonesia
Ditulis oleh danummurik di/pada Juli 25, 2008
Bisakah melihat nasib bangsa Indonesia hanya dengan melihat pisang goreng? Kalau hal tersebut ditanyakan kepada saya, maka jawabannya adalah “Ya.” Mungkin saya terkesan mengada-ada, tapi saya sangat serius untuk hal ini. Jika kita menelusuri bahan dasar pisang goreng; pisang, tepung, gula, minyak goreng, minyak tanah untuk menghidupkan kompor semuanya sangat berhubungan dengan keperluan sembako.
Tahun 1997 ketika masa-masa kuliah, setiap sore pulang dari kampus saya selalu menikmati pisang goreng bersama teman-teman. Cukup dengan mengantongi uang Rp. 500,- setidaknya bisa untuk mentraktir satu orang teman. Satu gelas air teh waktu itu harganya masih Rp. 50,- dan satu biji pisang goreng juga Rp. 50,- jadi tidak sampai Rp. 500,- atau sekitar Rp. 200,- kita sudah kenyang minum teh dan tiga biji pisang goreng. Sekarang mari kita amati perkembangan bangsa Indonesia melalui pisang goreng itu, kita ambil tahun 1997 sebagai tolak ukur permulaan. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Renungan | 1 Komentar »