Ditulis oleh danummurik di/pada November 13, 2008
Jika orang terdekat kita ternyata lebih dahulu menghadap Yang Maha Kuasa, kenangan kita saat hidup bersamanya sewaktu-waktu bisa muncul seketika. Kenangan itu akan menggugah pikiran dan perasaan kita menjadi bercampur aduk, apalagi jika seakan-akan dia terlihat seperti masih hidup. Barangkali kita secara tiba-tiba saja melihat foto mereka yang telah berpulang, atau melalui video yang menghasilkan suara dan gambar bergerak, seketika itu pula pikiran kita akan tersedot dalam kenangan. Perasaan pun menjadi sedih karena kita tidak akan bisa bertemu lagi di dunia yang fana ini. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kisah Dari Kampungku | 2 Komentar »
Ditulis oleh danummurik di/pada September 1, 2008
Setelah aku memposting “Selamat datang Ramadhan”, tiba-tiba menyeruak kabar duka dari pedalaman Kalimantan yang datang melalui sms temanku. Atas pesannya, maka kukabarkan duka itu “Tbg Samba banjir Wa. Human iki jd tame danum, tinggi, air di dlm rumah sedada orang dewasa. Kabarkan pada dunia, kami menderita, sementara tuan2 saudagar hph tertawa girang” Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kisah Dari Kampungku | 5 Komentar »
Ditulis oleh danummurik di/pada Juni 14, 2008
Sekarang sedang musim kelulusan sekolah, mengingatkanku kembali tentang masa sekolah di bangsu SD. Aku ingin punya sepatu bagus untuk ujian, jadi juara cerdas cermat, dan lulus ujian dengan menyedihkan karena teman-temanku ada yang tidak lulus dan mereka berhenti sekolah.
Aku hanyalah sedikit dari siswa yang beruntung berangkat ke sekolah dengan sepasang sepatu, kebiasaan kalau tidak ada sandal bertelanjang kakipun jadi pergi menuntut ilmu. Bapak guru waktu itu nampaknya tidak peduli dengan urusan sepatu, kami bisa sekolah saja sudah beruntung. Bayangkan saja murid-murid dalam satu kelas ada yang tidak sampai 10 orang, di kelasku saja cuma ada 6 orang. Kadang-kadang kalau musim panen padi, sekolah bisa menjadi sepi karena murid-murid ikut bekerja di sawah membantu orang tua. Setali dua uang, guru pun kadang-kadang telat masuk mengajar, ada yang pergi memancing ke sungai sebelum mengajar. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kisah Dari Kampungku | Leave a Comment »
Ditulis oleh danummurik di/pada April 9, 2008
Akhirnya kesempatan itu datang juga, sudah lama aku ingin menjejakkan kaki di Tumbang Samba dan beberapa minggu lalu aku datang ke Tumbang Samba, daerah menjadi pusat perdagangan bagi masyarakat di sekitar DAS Katingan. Lokasi perdagangan di Tumbang Samba terdapat di dua tempat, pertama di pasar harian yang juga pemukiman penduduk berupa rumah toko, menjual pakaian, alat-alat elektronik (televisi, radio-tape, handphone), barang-barang sembako, warung makan, ikan, ayam potong, buah-buahan. Tempat ini dipisahkan oleh jalan beraspal dan rumah penduduk yang saling berhadapan dan berada di atas tebing sungai. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kisah Dari Kampungku | Bertanda: Add new tag | 17 Komentar »
Ditulis oleh danummurik di/pada Maret 27, 2008
Hari Ahad 23 Maret 2008 lalu, saya pulang kampung meskipun tidak benar-benar nyampe di kampung sendiri. Cuma tiba di Marabahan ibukota Kabupaten Barito Kuala, kampung saya mesti terus lurus ikut sungai Barito, ke sananya mesti lewat sungai yang angkutan transportasi cuma hanya ada pada jam-jam tertentu. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kisah Dari Kampungku | 7 Komentar »
Ditulis oleh danummurik di/pada Maret 11, 2008

Gambar di samping adalah jukung rombong, di dalamnya tempat orang berjualan soto dan gado-gado. Irin (50 th) sebut saja nama pria pemilik jukung sekaligus penjual soto dan gado-gado, ia menyusuri sungai Barito kemudian singgah dari satu kampung ke kampung lainnya untuk berdagang. Untuk keperluan bahan makanan, seperti beras ayam, kecambah, bumbu dan lain-lain, Irin membeli di kampung-kampung yang ia singgahi.
Di dalam jukung rombong, bisa dimasuki 2 hingga 3 orang dewasa, kalau mereka mau makan gado-gado tinggal masuk saja ke dalam jukung itu. Dan menunggu Irin membuatkan pesanan, untuk air minum Irin hanya menyediakan air putih saja (kadang-kadang tidak dimasak ).
Bagi yang ingin membawa makanan, tinggal membawa piring masing-masing untuk dimakan di rumah. Seperti dalam gambar seorag ibu membawa soto yang dibelinya dari Irin. Sedangkan anak kecil di sampingnya, numpang foto sambil menunggu makanan pesanannya dibuatkan oleh Irin. Kalau anda mau makan, jualan Irin untuk setengah porsi harganya Rp. 3000,- porsi full rogoh di kantong anda satu lembar Rp. 5000,- biar Irin tidak susah mengembalikannya “pas” katanya.
Ditulis dalam Kisah Dari Kampungku | Leave a Comment »