Ditulis oleh danummurik di/pada September 2, 2009
Oleh: Nasrullah (Yogyakarta)
Ampar-ampar pisang
Pisang ku balum masak
Masak sabigi dihurung bari-bari

Beraksi di Tugu Monumen Serangan Umum Satu Maret (Foto: Koleksi Wira)
Sekelompok orang berjejer rapi dihadapan hadirin. Mereka adalah paduan suara dari suku Hakka Cina, tapi ketika bernyanyi bukannya lagu berbahasa Cina dilantunkan melainkan membawakan lagu Banjar Ampar-ampar pisang dengan penuh riang dan diiringi musik organ tunggal. Sementara di sebelah kanan kelompok paduan suara itu duduk berjejer sebuah grup musik panting yang siap beraksi. Setelah paduan suara menyanyikan lagu Ampar-ampar pisang hingga selesai, langsung dilanjutkan musik tradisional grup musik panting yang juga membawakan lagu Ampar-ampar Pisang diiringi para penari latar.
Belum tuntas lagu dinyanyikan, paduan suara pun menyambung lagu itu diiringi musik panting dalam tempo lambat. Setelah selesai paduan suara bernyanyi, instrumen musik panting terus berlanjut dengan tempo lebih cepat tanpa iringan lagu. Begitu selesai musik panting, kembali paduan suara menyanyikan nang mana batis kutung dikitip bidawang. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Keunikan Jogja | 3 Komentar »
Ditulis oleh danummurik di/pada Desember 31, 2008
Tanggal 31 Desember 2008, gempa kembali mengguncang Yogya. Kejadiannya sekitar pukul 14.15 wib. Saat itu saya sedang mengakses internet di sekitar Jetis, mendadak terdengar suara ribut dari luar warnet. Rupanya masyarakat memilih keluar rumah, Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Keunikan Jogja | 4 Komentar »
Ditulis oleh danummurik di/pada Mei 27, 2008

Naik sepeda Ontel di Jogja begitu menyenangkan, karena ruang public jalan raya menyediakan tempat untuk pengendara sepeda. Berbeda dengan kota-kota lain, kita akan menemukan kesulitan naik sepeda Ontel, pengendara sepeda motor maupun mobil tidak memperhatikan keberadaan pengguna sepeda. Rasanya kuliah di Jogja belum betul-betul terasa kalau tidak pernah naik sepeda Ontel.
Sebagai pengguna Ontel saya makin bangga pada saat kenaikan harga bensin, karena tidak pusing beli minyak kesulitan saya hanya ketika naik sepeda pada jalan yang menanjak. Namun yang menarik dari bersepeda adalah memanfaatkan moment untuk berpose, bagian inilah saya ingin sampaikan. Dengan gaya akan mengayuh sepeda dan Jamil yang berambut gimbal mau membonceng di belakang sebuah kilatan kamera mengabadikan moment ini. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Keunikan Jogja | 3 Komentar »
Ditulis oleh danummurik di/pada Januari 3, 2008
Aku sering membandingkan tempatku dengan daerah-daerah yang sedang/telah kukunjungi, membandingkan dua tempat bisa ditemukan perbedaan tentu saja, selebihnya aku menemukan keunikan. Barangkali unik karena tidak ditemukan di tempat lain, atau semestinya ada di dua tempat berbeda tapi hanya ada di satu tempat.
Konkretnya, di Jogja aku sering membandingkan dengan kota Banjarmasin ibukota Propinsi atau ibukota kabupaten Batola Marabahan atau pula kampungku di pinggir sungai Barito.
Di kampus tercintaku UGM, aku sering menemukan kran air di berbagai tempat apalagi kalau sekitar taman. Kran itu merupakan ujung dari pipa-pipa untuk menyalurkan air, coba saja putar open kran, air akan menyembur deras. Aku sering iseng mencoba membuka kran, dan betul airnya selalu keluar berarti pipa-pipa selalu berisi air entah dari mana sumbernya. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Keunikan Jogja | 1 Komentar »
Ditulis oleh danummurik di/pada Desember 28, 2007
Saya dulu tidak percaya, bahwa cerita orang-orang tua daun bisa dijadikan uang. Sangat tidak rasional bagi saya, itu hanya ilmu-ilmu gaib perbuatan pengabdi setan. Ilmu mangaji setan gundul, pengen kaya tanpa susah payah. Anak istri tercinta, kelak jadi tumbal pesugihan itu. Bisa Syirik, menyekutukan Tuhan.
Tapi yang aku lihat di Jogja, ternyata benar daun bisa jadi uang. Ceritanya dengan Haim teman orang Batak, kami jalan-jalan di pasar minggu pagi kampus UGM. Haim bikin saya kaget, dengan logat Batak dia ngomong “Bah macam apa pula ini, ko daun mereka jual mereka”. Aku tertegun dan menatap daun yang dijual itu, selama ini setahu aku daun sirih benar bisa dijual buat nenek-nenek menginang.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Keunikan Jogja | Bertanda: Jogja Unik | 1 Komentar »
Ditulis oleh danummurik di/pada Desember 28, 2007

Jogja terkenal dengan sepeda ontelnya, hampir setiap tempat aku liat orang bersepeda. Aku tidak punya apa-apa, kalau kuliah jalan kaki jarak dari kost ke kampus lumayan jauh. Beruntung mas Dhana berbaik hati minjamin sepeda ontelnya yang tergantung di tembok samping rumahnya, katanya lama ngga ke pakai. Aku amati benar juga, sepeda itu udah jadi sarang laba-laba. Ceritanya sepeda itu bukan milik dia, tapi punya temannya orang Cina dan kaya pula, temannya ngga mau naik mobil dia suka naik sepeda itu. Kalaupun naik kendaraan bermotor, teman mas Dhana itu milih motor yang sangat lama dari jauh sudah kedengaran suaranya. Bising.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Keunikan Jogja | Bertanda: Jogja Unik | 1 Komentar »