Sahabat, apakah Ramadhan itu sekedar adu keras suara mik di musholla dan masjid hingga larut malam? Lalu kemudian membuat orang kesulitan tidur atau Tuhan seakan jauh sehingga harus menggunakan pengeras suara?
Apakah Ramadhan itu hanya pelampiasan hasrat makan minum pada waktu berbuka di luar daya tampung perut kita. Setelah kita menahan haus dan lapar sejak mentari terbit hingga terbenam?
Apakah Ramadhan itu menjdkan kita ekspresif dgn lifestyle? Penghujung bulan puasa nanti, kita berbondong menyerbu toko-toko pakaian membeli baju baru. Padahal hanya dipakai untuk sehari saja.
Sahabat, apakah ritus ramadhan yang telah kita perbuat benar membawa kita menjd orang yg bertaqwa?
Ini blognya bang sandy firly sastrawan kalsel ya ??
Saya bukan Sandy Firly, apalagi kalau saya sastrawan Kalsel. Identitas saya ada di guestbook.