Posted by: danummurik | May 10, 2010

Tiga Tempat Menarik di Marabahan

Jembatan Rumpiang.

Di Marabahan terdapat beberapa tempat yang menarik dikunjungi, baik karena karena pemandangan alam maupun situs religius. Pemandangan alam dapat dilihat dari atas jembatan Rumpiang, Siring di pinggir sungai Barito dan situs religius yakni makam Datu Abdussamad, penyebar Islam di Bakumpai.

Jembatan Rumpiang dikatakan mirip jembatan Sydney Harbour di Austrlia yakni jalur utama untuk menyeberangi Pelabuhan Sydney (Sydney Harbour) yang menghubungkan distrik bisnis sentral Sydney (Sydney CBD) dengan wilayah utara Sydney (North Sydney). Di atasnya terdapat jalur kereta api, kendaraan bermotor, sepeda, dan trotoar (www.wikipedia.com). Dari atas jembatan Rumpiang kita dapat melihat sungai Barito berikut lalu lalang berbagai jenis kapal. Pun, melihat pemandangan hutan serta gunung-gunung yang terlihat samar dari kejauhan. Jika ingin menikmati pemandangan dari atas jembatan Rumpiang datanglah pada pagi hari, tapi anda akan punya waktu banyak jika datang pada sore hari hingga malam tiba.

Siring di tepi Sungai Barito, nyaman untuk menikmati suasana senja.

Siring terletak di depan rumah dinas Bupati, lokasinya sangat strategis karena mudah dicapai baik dari jalan sungai maupun lewat darat. Mendatangi siring pada sore hari, pengunjung akan menikmati senja di tepi sungai Barito sambil menikmati makanan yang dijual di sekitar tempat itu. Lalu lalang getek yang mengangkut penumpang atau terlihat atlet dayung sedang berlatih di sungai Barito. Maklum Marabahan adalah gudang atlet dayung, termasuk perahu naga. Bahkan jika suka memancing tidak salahnya membawa alat pancing. Menikmati sore hari di tepi siring akan memberikan inspirasi buat anda.

Pintu gerbang menuju makam Datu Abdussamad

Selain jembatan Rumpiang dan siring, pilihan lain adalah mengunjungi makam Datu Abdussamad yang terletak di jalan Veteran, Marabahan. Lokasi makam mudah dicapai baik melalui jalan darat maupun dari Sungai Barito.

Abdussamad adalah keturunan datu Kelampayan, di dalam dirinya mengalir darah suku Dayak dari ibunya, Samayah binti Sumandi. Syekh Abdussamad lahir 24 Zulkaidah 1237 Hijriyah bertepatan 1822 Masehi, di Kampung Bakumpai atau Kampung Tengah, Marabahan. Dalam melaksanakan dakwahnya, Syekh Abdussamad selalu melakukan perjalanan ke pesisir Sungai Barito dan pelosok-pelosok, hingga banyak suku Dayak pedalaman yang memeluk agama Islam.

Rombongan kafilah MTQ sedang berziarah ke makam Datu Abdussamad, Ahad (9/5).

Menurut salah seorang warga setempat, hampir setiap hari makam ini dikunjungi oleh peziarah dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan, bahkan hingga ke Balikpapan. Sebelum jembatan Rumpiang berdiri, makam ini pun tetap dikunjungi, tapi keberadaan jembatan tentu lebih memudahkan orang untuk datang.


Responses

  1. asyik juga postingnya…..siiip .


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: