Tukang Tambal Ban
Ditulis oleh danummurik di/pada Desember 23, 2007
Duh susahnya, ketika mata sudah mulai mengantuk dan saya mesti harus berajak pulang dari toko buku Gramedia. Udara dingin di Jogja saat saya mengendarai sepeda motor, meniupkan rasa ngantuk yang menjadi-jadi, segera motor saya pacu. Pulang dan tidur. Sial, motor tidak berpihak kepada keadaan tuannya, di jalan ban depannya mengeluarkan angin secara ilegal alias ban bocor. Padahal kost masih jauh.
Malam-malam seperti ini saya harus mencari tukang tambal ban, ah sulit. Saya masih ingat biasanya ada tukang tambal ban di depan Mirota Kampus, penuh harapan motor saya dorong. Dan ternyata betul, peralatan tambal ban masih teronggok di seberang sana, segera ku dorong motor sedikit demi sedikit peluh menetes melawan dinginnya malam. AKu dan motorku tepat berada di depan, lama menunggu